Lewati ke isi

Tips Mengajar · 5 menit baca · Tim Pedatech

Aturan HP di Kelas: Dilarang Total atau Disepakati Bersama?

Murid naik meja dan salto sambil direkam untuk dijadikan konten. Sebagian sekolah menjawabnya dengan melarang HP total, sebagian lagi membolehkan dengan aturan. Mana yang lebih baik?

Tidak ada jawaban yang cocok untuk semua sekolah. Tetapi apa pun kebijakannya, cara guru menerapkannya di kelas sangat menentukan apakah aturan itu dipatuhi atau justru dilawan.

1. Sepakati aturan HP bersama siswa

Aturan yang dibuat bersama lebih dipatuhi daripada aturan yang dijatuhkan dari atas. Di awal semester, ajak kelas berdiskusi:

  • Kapan HP boleh dipakai? Misalnya saat guru meminta mencari referensi.
  • Kapan HP harus disimpan? Misalnya saat guru menjelaskan dan saat ulangan.
  • Bolehkah merekam di kelas? Hampir selalu jawabannya: tidak, kecuali seizin guru dan teman yang direkam.
  • Apa konsekuensinya bila dilanggar?

Tulis hasilnya dan tempel di kelas. Saat ada pelanggaran, guru cukup menunjuk kesepakatan itu.

2. Salurkan kreativitasnya

Murid yang suka membuat konten sebenarnya punya keterampilan: menulis naskah, merekam, mengedit. Tantang mereka membuat video penjelasan materi, bukan prank. Misalnya video satu menit tentang rumus luas lingkaran atau tokoh sejarah. Hasil terbaik bisa diputar di kelas.

3. Tegur empat mata, bukan di depan kelas

Menyita HP sambil memarahi di depan teman-temannya membuat murid merasa dipermalukan, dan murid yang malu cenderung makin melawan. Simpan dulu HP-nya dengan tenang sesuai kesepakatan, lalu bicarakan setelah pelajaran.

Kalau sekolah melarang HP total

Larangan HP bukan berarti kelas harus kehilangan aktivitas digital. Laptop atau proyektor guru tetap bisa dipakai untuk kuis interaktif, video pembelajaran, dan permainan kelas yang dimainkan bergiliran.

Kelas tanpa HP tetap seru dengan Duel Kelas

Di Pedatech, Duel Kelas berjalan di satu laptop atau proyektor guru. Dua siswa bertanding menjawab soal di keyboard yang sama tanpa login, sementara kelas ikut menyemangati. Cocok untuk sekolah yang melarang HP. Baca juga: tugas siswa dikerjakan pakai AI? Ini cara menyikapinya.

Baca juga