Murid Tidak Bisa Diam di Kelas? Salurkan Energinya dengan 3 Cara Ini
Lagi menjelaskan, eh muridnya malah salto, handstand, sampai naik meja. Hampir setiap kelas punya satu atau dua murid yang energinya seperti tidak ada habisnya. Memarahi mereka setiap lima menit hanya melelahkan guru dan mengganggu kelas.
Energi itu bukan musuh. Tinggal disalurkan ke arah yang tepat.
1. Beri jeda gerak 2 menit setiap 20 menit
Anak memang tidak dirancang untuk duduk diam terlalu lama. Setiap sekitar 20 menit, ajak satu kelas berdiri, peregangan, atau melakukan gerakan sederhana, lalu duduk kembali. Dua menit sudah cukup.
Jeda yang terjadwal membuat murid aktif tahu bahwa kesempatan bergerak akan datang, sehingga lebih mudah menahan diri di antaranya.
2. Jadikan murid paling aktif sebagai asisten
Murid yang tidak bisa diam sering hanya butuh alasan yang sah untuk bergerak. Beri mereka peran:
- Membagikan kertas atau buku.
- Menulis jawaban teman di papan tulis.
- Mengatur giliran saat permainan kelas.
Peran juga memberi rasa dipercaya. Murid yang tadinya dianggap pengganggu sering berubah menjadi yang paling bersemangat membantu.
3. Sepakati sinyal tenang
Daripada berteriak "Diam!", buat sinyal yang disepakati bersama di awal semester. Contohnya: guru mengangkat tangan, semua murid ikut mengangkat tangan dan berhenti bicara. Latih sinyal ini beberapa kali sampai menjadi kebiasaan.
Sinyal nonverbal bekerja lebih cepat daripada teguran, dan guru tidak perlu mengeraskan suara.
Kapan perlu bicara dengan orang tua?
Kalau murid sangat sulit memusatkan perhatian di semua mata pelajaran dan mengganggu belajarnya sendiri, ada baiknya berdiskusi dengan wali kelas, guru BK, dan orang tua untuk mencari tahu penyebabnya.
Latihan sambil bergerak di Pedatech
Di Pedatech, kuis berubah menjadi game 3D: siswa menggerakkan karakternya ke jawaban yang benar. Murid yang tidak bisa diam tetap "bergerak", tapi sambil mengerjakan soal. Baca juga: 3 cara disiplin positif untuk kelas ribut.